Isonade adalah monster ikan
dalam legenda Jepang. Ceritanya
diteruskan turun temurun di
Matsuura, Provinsi Hizen dan
laut di Jepang Barat.
Menurut salah satu penjelasan,
asal usul nama isonade, adalah
permukaan laut yang bagaikan
diusap (bahasa Jepang: naderu)
ketika makhluk ini muncul dari
bawah air. Kisah lain
mengatakan, ketika sirip ekornya
menyerang orang, terlihat
seperti sedang mengusap.
Menurut orang di kota Kumano,
Prefektur Mie, kalau ada orang
mati di pantai, orang "itu
mungkin diusap
isonade" (isonade ni naderareta
nodarō).
Menurut perkiraan peneliti yōkai
bernama Katsumi Tada, isonade
bukanlah makhluk imajinasi,
melainkan istilah yang dipakai
untuk menyebut paus
pembunuh. Namun, paus
pembunuh tidak memiliki sirip
ekor penuh jarum seperti
isonade. Berdasarkan fakta
orang Jepang mulai berdagang
ke Cina dan Asia Tenggara
sekitar zaman Muromachi,
orang Jepang yang sampai di
Asia Tenggara untuk pertama
kalinya melihat buaya muara
yang kulit di punggung hingga
ke ekornya memiliki banyak
tonjolan. Hal tersebut menjadi
inspirasi untuk menciptakan
monster isonade yang memiliki
jarum-jarum di ekornya.
Peperangan Sembilan Dewa
Dalam cerita mitologi jepang
perang sembilan dewa, Isonade,
yang memiliki simbol elemen air,
mengalami empat pertarungan;
dua kali menang (melawan Kaku
dan Shukaku), satu kali kalah
(melawan Nekomata), dan satu
kali melarikan diri (saat melawan
Yamata No Orochi). Setelah
pertarungan, seorang nelayan
sekaligus seorang pejuang yang
berani dari Yokohama, Takuma
Muramasa, mendekati Isonade
kemudian menyegel samehada
ke dalam alat sihir guci hiu
untuk disegel di dalam kuil air.
Akibatnya, Isonade tidak dapat
menggunakan chakra masif
sehingga tidak membahayakan
manusia.
-VISUAL-
asal usul nama isonade, adalah
permukaan laut yang bagaikan
diusap (bahasa Jepang: naderu)
ketika makhluk ini muncul dari
bawah air. Kisah lain
mengatakan, ketika sirip ekornya
menyerang orang, terlihat
seperti sedang mengusap.
Menurut orang di kota Kumano,
Prefektur Mie, kalau ada orang
mati di pantai, orang "itu
mungkin diusap
isonade" (isonade ni naderareta
nodarō).
Menurut perkiraan peneliti yōkai
bernama Katsumi Tada, isonade
bukanlah makhluk imajinasi,
melainkan istilah yang dipakai
untuk menyebut paus
pembunuh. Namun, paus
pembunuh tidak memiliki sirip
ekor penuh jarum seperti
isonade. Berdasarkan fakta
orang Jepang mulai berdagang
ke Cina dan Asia Tenggara
sekitar zaman Muromachi,
orang Jepang yang sampai di
Asia Tenggara untuk pertama
kalinya melihat buaya muara
yang kulit di punggung hingga
ke ekornya memiliki banyak
tonjolan. Hal tersebut menjadi
inspirasi untuk menciptakan
monster isonade yang memiliki
jarum-jarum di ekornya.
Peperangan Sembilan Dewa
Dalam cerita mitologi jepang
perang sembilan dewa, Isonade,
yang memiliki simbol elemen air,
mengalami empat pertarungan;
dua kali menang (melawan Kaku
dan Shukaku), satu kali kalah
(melawan Nekomata), dan satu
kali melarikan diri (saat melawan
Yamata No Orochi). Setelah
pertarungan, seorang nelayan
sekaligus seorang pejuang yang
berani dari Yokohama, Takuma
Muramasa, mendekati Isonade
kemudian menyegel samehada
ke dalam alat sihir guci hiu
untuk disegel di dalam kuil air.
Akibatnya, Isonade tidak dapat
menggunakan chakra masif
sehingga tidak membahayakan
manusia.
-VISUAL-


0 komentar:
Posting Komentar