Bentuk alien sebenarnya seperti
ubur-ubur, bukan seperti yang
selama ini kita lihat di film-film
Hollywood.
Kaget? Pastinya. Walah baru
sebatas dugaan, tetap inilah teori
terbaru yang diklaim seorang
ilmuwan, Maggie Aderin-Pocock
(Ahli Satelit dan Penasihat
Pemerintah).
Alasannya, menurut Maggie,
mahluk planet tidak berasal dari
unsur karbon seperti manusia,
melainkan silikon. Sehingga, alien
bisa menyerap cahaya, bisa
beradaptasi dengan berbicara
lewat gelombang cahaya.
Pokoknya serba beda dari
manusia.
"imajinasi yang kita alami
dibatasi oleh apa yang kita lihat
di sekitar kita dan penerimaan
konvensional, bahwa hidup
(bentuk kehidupan) berbasis
karbon dan membutuhkan air.
Tapi beberapa peneliti
melakukan pekerjaan yang
menarik, bermain dengan ide-ide
seperti bentuk kehidupan
berbasis silikon yang
berkembang di planet lain,
karena lingkungannya sangat
berbeda dari bumi," papar
Maggie.
Dr. Maggie Aderin-Pocock juga
mengungkapkan, sebenarnya
peneliti astronomi belum bisa
menemukan kehidupan lain
walau telah mengamati milyaran
planet di galaksi Bima Sakti saja.
Bahkan, berkomunikasi melintasi
tata surya merupakan tantangan
besar. Misalnya, pesawat ruang
angkasa Voyager 1, yang telah
membawa rekaman salam dari
Bumi pada perjalanan melalui
tata surya sejak tahun 1977, saat
ini baru saja akan meninggalkan
tata surya di belakang dan
menuju ruang dalam. Dan,
belum ada laporan tentang
komunikasi dengan alien dari
planet lain.
Kemungkinan, menurut Maggie,
kalaupun ada mahluk di planet
lain belum tentu memiliki
kecerdasan yang melebihi
manusia. Bisa jadi mereka tidak
cukup cerdas untuk dapat
berkomunikasi dengan manusia.
Maka yang jadi permasalahan
bukanlah eksistensi mahluk di
planet lain, melainkan
bagaimana cara mengetahui dan
bisa berkomunikasi dengan
mereka.
Ya, ilmuwan masih terus mencari
dan mencari.
SUMBER: sookces.blogspot.com/2012/07/inikah-bentuk-mahluk-planet-lain-yang.html?m=1
VISUAL
Kaget? Pastinya. Walah baru
sebatas dugaan, tetap inilah teori
terbaru yang diklaim seorang
ilmuwan, Maggie Aderin-Pocock
(Ahli Satelit dan Penasihat
Pemerintah).
Alasannya, menurut Maggie,
mahluk planet tidak berasal dari
unsur karbon seperti manusia,
melainkan silikon. Sehingga, alien
bisa menyerap cahaya, bisa
beradaptasi dengan berbicara
lewat gelombang cahaya.
Pokoknya serba beda dari
manusia.
"imajinasi yang kita alami
dibatasi oleh apa yang kita lihat
di sekitar kita dan penerimaan
konvensional, bahwa hidup
(bentuk kehidupan) berbasis
karbon dan membutuhkan air.
Tapi beberapa peneliti
melakukan pekerjaan yang
menarik, bermain dengan ide-ide
seperti bentuk kehidupan
berbasis silikon yang
berkembang di planet lain,
karena lingkungannya sangat
berbeda dari bumi," papar
Maggie.
Dr. Maggie Aderin-Pocock juga
mengungkapkan, sebenarnya
peneliti astronomi belum bisa
menemukan kehidupan lain
walau telah mengamati milyaran
planet di galaksi Bima Sakti saja.
Bahkan, berkomunikasi melintasi
tata surya merupakan tantangan
besar. Misalnya, pesawat ruang
angkasa Voyager 1, yang telah
membawa rekaman salam dari
Bumi pada perjalanan melalui
tata surya sejak tahun 1977, saat
ini baru saja akan meninggalkan
tata surya di belakang dan
menuju ruang dalam. Dan,
belum ada laporan tentang
komunikasi dengan alien dari
planet lain.
Kemungkinan, menurut Maggie,
kalaupun ada mahluk di planet
lain belum tentu memiliki
kecerdasan yang melebihi
manusia. Bisa jadi mereka tidak
cukup cerdas untuk dapat
berkomunikasi dengan manusia.
Maka yang jadi permasalahan
bukanlah eksistensi mahluk di
planet lain, melainkan
bagaimana cara mengetahui dan
bisa berkomunikasi dengan
mereka.
Ya, ilmuwan masih terus mencari
dan mencari.
SUMBER: sookces.blogspot.com/2012/07/inikah-bentuk-mahluk-planet-lain-yang.html?m=1
VISUAL


0 komentar:
Posting Komentar